BORNEONEWS, Istanbul – Serangan rudal Iran kembali menghantam wilayah Israel pada Kamis, 26 Maret 2026, memicu sirene peringatan di sejumlah kota serta menyebabkan korban luka dan kerusakan.
Media Israel melaporkan, rudal-rudal tersebut menyasar wilayah tengah, termasuk kawasan Yerusalem, serta beberapa daerah di bagian utara.
Harian Yedioth Ahronoth menyebut peluncuran rudal terdeteksi berasal dari Iran menuju wilayah Israel tengah dan sekitarnya.
Sirene peringatan serangan udara pun diaktifkan di berbagai wilayah, mulai dari Israel tengah, Yerusalem, hingga sejumlah kawasan di Tepi Barat.
Peringatan juga terdengar di wilayah utara, termasuk Dataran Tinggi Golan dan kawasan Galilea Panhandle.
Dalam laporan tersebut disebutkan, serangan kali ini melibatkan rudal jenis klaster, dengan ledakan keras terdengar di wilayah Sharon.
Akibat serangan itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, satu bangunan di wilayah Kafr Qasim, Israel bagian tengah, mengalami kerusakan setelah terkena proyektil.
Eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat sejak serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.
Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran dalam bentuk serangan drone dan rudal yang tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga sejumlah wilayah lain di kawasan.
Situasi ini berdampak luas, mulai dari korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan terhadap stabilitas pasar global dan penerbangan internasional.
ANTARA









