BORNEONEWS, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengerahkan Garda Nasional ke bandara-bandara jika kebuntuan politik dengan Partai Demokrat terkait penutupan sebagian pemerintahan (shutdown) tidak segera diselesaikan.
Trump menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga keamanan di tengah terganggunya operasional sejumlah instansi, termasuk di sektor transportasi udara.
“Kami akan turunkan Garda Nasional jika diperlukan. Ada ribuan agen yang tetap bekerja meski situasi ini belum terselesaikan,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia juga menyinggung keberadaan sekitar 6.000 agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta puluhan ribu personel lain yang masih menjalankan tugas di tengah ketidakpastian anggaran.
Menurut Trump, kondisi ini terjadi karena belum adanya kesepakatan dengan Partai Demokrat terkait pendanaan pemerintah, khususnya untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Trump menuding pihak Demokrat berupaya menghambat operasional lembaga tersebut di tengah situasi global yang dinilai tidak stabil.
“Kondisi ini terjadi di tengah situasi dunia yang penuh tantangan. Kami akan memastikan keamanan tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut lebih dari 450 petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) telah meninggalkan tugasnya selama shutdown berlangsung.
Penutupan sebagian operasional pemerintah ini telah berjalan lebih dari satu bulan dan disebut berdampak signifikan terhadap ekonomi Amerika Serikat.
Gedung Putih memperkirakan kerugian ekonomi akibat kondisi tersebut mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.
Di sisi lain, polemik anggaran DHS masih menjadi perdebatan utama di Senat. Partai Demokrat menginginkan pengawasan lebih ketat terhadap kebijakan imigrasi, khususnya yang berkaitan dengan ICE.
Meski demikian, pendanaan untuk sebagian lembaga federal lainnya telah disetujui hingga akhir September.
ANTARA









