BORNEONEWS, Nanga Bulik – Masyarakat yang akan masuk atau keluar dari Desa Wonorejo, Kecamatan Sematu Jaya, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas. Hal ini disebabkan adanya titik jalan dan jembatan yang mengalami longsor pada Kamis, 26 Maret 2026 kemarin.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Dinas PUPR Perkimtan Kabupaten Lamandau segera melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga telah memasang rambu-rambu peringatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lamandau, Joni Elen, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian oprit jembatan. Ia menyebutkan bahwa dinding penahan oprit aromco runtuh sehingga memicu terjadinya longsor.
"Dinding penahan oprit aromco runtuh sehingga menyebabkan longsor pada opritnya, diduga akibat beban muatan yang melebihi tonase serta gerusan air," beber Joni Elen.
Akibat kejadian tersebut, pemerintah daerah mengimbau kendaraan bermuatan berat untuk sementara waktu tidak melintas di jalur tersebut. Namun demikian, kendaraan roda dua dan roda empat berukuran kecil masih diperbolehkan untuk melintas dengan hati-hati.
"Dalam waktu dekat kita akan lakukan penanganan darurat," jelas Joni Elen terkait langkah penanganan yang akan dilakukan. (NATALIA KRISTIN/H)









