SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pagi itu, suasana di TPU Keramat, Kabupaten Kotawaringin Timur, dipenuhi duka. Ratusan pelayat dari sahabat hingga kerabat mengiringi Camat Baamang Sufiansyah menuju tempat peristirahatan terakhir, Jumat, 27 Maret 2026.

Sejak pukul 07.00 WIB, sahabat, kerabat, hingga masyarakat mulai berdatangan di rumah duka. Mereka berkumpul dalam keheningan, mengantar sosok pemimpin yang dikenal ramah dan merakyat itu menuju tempat peristirahatan terakhir TPU Keramat.

Di antara kerumunan, tampak sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya mantan Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol dan Masri, Camat Mentaya Hulu Edison, Sekretaris Diskominfo Ady Candra, Sekretaris Disnakertrans Dedi Purwanto, serta Anggota DPRD Kotim Dadang Siswanto.

Namun, suasana paling menggetarkan terlihat dari keluarga yang ditinggalkan. Istri dan dua putri almarhum tak kuasa menahan tangis. Mereka tampak terpukul, meringkuk dalam kesedihan usai prosesi pemakaman. Sementara sang putra berusaha tegar, berdiri mengantar ayahnya hingga liang lahat.

Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, yang turut hadir dalam pemakaman tersebut, mengenang almarhum sebagai sosok aparatur yang berdedikasi tinggi dan dekat dengan masyarakat. 

"Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah turut berbela sungkawa atas meninggalnya Camat Baamang Sufiansyah. Semoga diampuni segala dosa-dosa dan diterima segala amal ibadahnya," kata Umar.

Ia menyebut, almarhum bukan hanya seorang pejabat, tetapi juga figur yang memiliki integritas dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

"Kami melihat sosok Sufiansyah adalah sosok yang humanis, punya integritas, bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan selalu merakyat," tambahnya.

Dalam perjalanan kariernya, Sufiansyah pernah bertugas di sejumlah kecamatan dan juga menjabat sebagai lurah. Jejak pengabdiannya dinilai begitu besar bagi pembangunan daerah.

"Banyak jasa-jasa yang beliau berikan untuk Kotim yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Tentunya itu sangat bermanfaat bagi kami dan akan kami lanjutkan," ujar Umar.

Bagi masyarakat Baamang, sosok Sufiansyah bukan sekadar camat. Ia dikenal sebagai pribadi yang sigap membantu, terutama saat warga membutuhkan pertolongan, seperti dalam urusan rujukan ke rumah sakit.

"Beliau sangat responsif. Ketika masyarakat butuh bantuan, terutama untuk rujukan ke rumah sakit, almarhum selalu sigap," kata Umar Kaderi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Kepergian Sufiansyah meninggalkan ruang kosong yang tak mudah tergantikan. Sosoknya yang sederhana, dekat dengan warga, dan penuh dedikasi menjadi teladan bagi banyak orang.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, keikhlasan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)