BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan secara cermat dan berbasis data.
Dalam arahannya, Arbert menegaskan bahwa perencanaan tersebut harus didasarkan pada hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja yang komprehensif. Pendekatan ini dinilai sangat krusial agar kebutuhan akan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan kota dapat dipenuhi secara tepat, tidak berlebihan, namun juga tidak kekurangan.
“Kami menekankan bahwa perencanaan kebutuhan ASN tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus didasarkan pada analisis jabatan dan analisis beban kerja yang jelas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penambahan atau pengisian formasi ASN benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujar Arbert Tombak, Jumat 27 Maret 2026.
Lebih lanjut, Sekda Arbert menjelaskan bahwa perencanaan kebutuhan ASN yang berbasis analisis jabatan dan beban kerja ini memiliki tujuan strategis.
Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintahan secara keseluruhan. Ketika jumlah dan kompetensi ASN sesuai dengan beban kerja yang ada, maka proses penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Selain berdampak pada kinerja internal, perencanaan yang matang ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.
Hal ini karena ketersediaan ASN yang sesuai dengan kebutuhan akan mendukung terselenggaranya pelayanan publik yang optimal, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, Arbert menginstruksikan agar seluruh instansi dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya memperhatikan aspek analisis jabatan dan beban kerja dalam menyusun usulan kebutuhan ASN.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pengadaan ASN benar-benar mendukung pencapaian visi dan misi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik," pungkasnya. (PATHUR/H)









