SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor buaya yang tertangkap jaring milik warga di kawasan Jalan Iskandar 25, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasil diamankan oleh komunitas pecinta reptil setempat, Jumat, 27 Maret 2026.

Peristiwa tersebut bermula saat seorang warga bernama Marliansyah menemukan buaya terjerat di jaring ikan miliknya sekitar pukul 06.00 WIB. Buaya berukuran 1,2 meter tersebut diketahui masuk ke jaring saat memangsa ikan hasil tangkapan warga hingga menyebabkan jaring rusak.

Hari dari Homunitas Pecinta Reptil Sampit, menjelaskan kronologi penemuan tersebut. Menurutnya, saat warga mengecek jaring, kondisinya sudah rusak akibat aktivitas buaya yang berputar-putar di dalamnya.

"Penemuan buaya ditemukan bapak-bapak pada pukul 06.00 pagi. Jadi kronologinya bapak-bapak itu sedang mencari ikan atau merengge, ketika beliau mengecek jaringnya kondisinya sudah rusak bekas buaya memutar-muter makan ikan," kata Hari.

Setelah mengetahui adanya buaya yang terjerat, warga kemudian mengangkat hewan tersebut dan memasukkannya ke dalam kelotok untuk dibawa ke darat.

"Jadi buaya ini sedang makan ikan di jaring dan menghancurkan jaring bapak tersebut. Langsung buaya itu diangkat dimasukkan ke kelotok, selanjutnya dibawa ke Jalan Iskandar 25 atau kediaman bapak Marliansyah," tambahnya.

Mendapat laporan tersebut, komunitas pecinta reptil langsung menuju lokasi untuk mengamankan buaya agar tidak membahayakan warga sekitar. Saat ini, buaya tersebut diamankan sementara di shelter komunitas sambil menunggu arahan dari pihak berwenang.

"Kemudian kami dari komunitas pecinta reptil datang dan kami juga menunggu koordinasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tindaklanjuti bagaimana buaya tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melepasliarkan buaya tersebut kembali ke habitat alaminya setelah mendapatkan izin dari instansi terkait.

"Jadi sementara buaya ini kita amankan di shelter kami dan jika sudah ada respons dari KKP, malam ini juga akan kita rilis buaya itu ke habitatnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)