JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Program ini kembali dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, menegaskan bahwa KIP Kuliah menjadi instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial di sektor pendidikan.

“Melalui KIP Kuliah, negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 program KIP Kuliah diperkuat dengan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran serta transparansi dalam penyaluran bantuan.

Selain itu, sistem KIP Kuliah kini telah terintegrasi dengan berbagai platform nasional, termasuk sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), guna mempermudah proses pendaftaran dan sinkronisasi data.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Septien Prima Diassari, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga dukungan biaya hidup bagi mahasiswa.

“Bantuan biaya hidup diberikan dalam beberapa klaster, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan yang disalurkan langsung ke rekening penerima,” jelasnya.

Selain itu, penerima KIP Kuliah juga mendapatkan pembebasan biaya pendaftaran UTBK, serta jaminan biaya pendidikan (UKT) sesuai dengan program studi dan akreditasi perguruan tinggi.

Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan secara daring melalui sistem SIM KIP Kuliah, mengikuti jadwal seleksi nasional. Untuk jalur SNBT 2026, pendaftaran dibuka mulai 25 Maret hingga 7 April 2026.

Kemdiktisaintek mengimbau calon mahasiswa untuk segera melengkapi seluruh persyaratan dan memastikan data yang dimasukkan telah sesuai sebelum melakukan finalisasi pendaftaran.

“Kami berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” tutup Septien.

ANTARA