BORNEONEWS, Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi memanggil delapan atlet peraih gelar juara Seleksi Nasional (Seleknas) 2026 untuk bergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta.
Para atlet tersebut dijadwalkan mulai menjalani program pembinaan terpusat pada 30 Maret 2026, setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi lanjutan.
Pemanggilan ini menjadi bagian dari strategi Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI dalam memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan, dengan pendekatan modern berbasis data dan sport science.
“Seleksi dilakukan tidak hanya berdasarkan hasil pertandingan, tetapi juga melalui serangkaian tes lanjutan untuk memastikan kesiapan atlet secara menyeluruh,” demikian keterangan resmi PBSI, Jumat, 27 Maret 2026.
Seleknas PBSI yang digelar pada 3–7 Februari 2026 menjadi salah satu jalur utama dalam menjaring bibit-bibit unggul bulu tangkis Indonesia.
Namun, para juara tidak serta-merta langsung masuk Pelatnas. Mereka harus melewati berbagai tahapan evaluasi lanjutan, mulai dari tes kesehatan, kebugaran fisik, hingga psikologi, termasuk pengukuran aspek intelektual.
Hasil dari seluruh proses tersebut menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menilai potensi serta kesiapan atlet untuk menjalani pembinaan di Pelatnas Cipayung.
“Pendekatan ini bertujuan menciptakan sistem pembinaan yang objektif, terukur, dan transparan, sekaligus berorientasi pada prestasi jangka panjang,” lanjut pernyataan tersebut.
PBSI berharap, melalui sistem seleksi berlapis ini, regenerasi atlet bulu tangkis nasional dapat terus terjaga dan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas di level internasional.
Adapun delapan atlet yang dipanggil memperkuat Pelatnas PBSI yakni Denis Azzarya (PB Jaya Raya Jakarta), Jolin Angelia (PB Djarum Kudus), Joseph Marcellino Kyta (Gideon Badminton Academy), Joven Farandi (Gideon Badminton Academy), Halifia Usni Pratiwi (PB Djarum Kudus), Selsi Josika (PB Djarum Kudus), Ikhsan Lintang Pramudya (PB Djarum Kudus), serta Salsabila Zahra Aulia (PB Djarum Kudus).
Para atlet tersebut diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan serta menjadi tulang punggung baru tim bulu tangkis Indonesia di masa depan.
ANTARA









