JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di berbagai belahan dunia, Indonesia kembali menunjukkan peran sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi melalui kegiatan doa bersama lintas agama.

Kegiatan bertajuk “Harmoni Doa Indonesia: Bersama Memohon Perdamaian” ini diselenggarakan oleh Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL), baru-baru tadi.

Acara tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para tokoh agama untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus membangun kebersamaan dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.

“Pertemuan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan antar umat beragama dalam membangun dunia yang lebih damai,” ujar Kepala Departemen Keagamaan HWPL, Buce Delvi, dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, doa bersama dipimpin oleh perwakilan dari berbagai agama, yakni Made Suartana (Kristen), Ir. Djohan Adjuan (Konghucu), Dewa Permana (Hindu), serta Samanera Khemakaro (Buddha).

Melalui doa lintas agama ini, para pemuka agama memanjatkan harapan agar konflik global dapat segera berakhir, sekaligus memohon perlindungan dan keamanan bagi masyarakat Indonesia.

Selain doa bersama, acara juga diisi dengan testimoni dari peserta program pendidikan lintas agama, yakni Ngurah Yasa dan Muhammad Rusydi.

Keduanya membagikan pengalaman mengikuti Bible Experience Program (BEP), yang merupakan bagian dari Akademi Perdamaian Keagamaan (Interfaith Religious Peace Academy/IRPA).

Program tersebut dirancang untuk mendorong pemahaman antarumat beragama melalui pembelajaran kitab suci masing-masing, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati.

“Melalui pembelajaran lintas agama, kami belajar memahami perbedaan dan memperkuat rasa saling menghargai,” ungkap salah satu peserta dalam testimoninya.

HWPL juga mendorong para tokoh agama untuk terus terlibat aktif dalam forum dialog lintas iman, termasuk melalui program IRPA yang rutin digelar sebagai ruang diskusi berbasis nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus mengedepankan dialog, memperkuat toleransi, serta berkontribusi dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.