JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan berdasarkan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah dan tidak diberikan saat masa libur.

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, skema tersebut diterapkan untuk menjaga efektivitas sekaligus ketepatan sasaran program yang menyasar peserta didik.

“Untuk anak sekolah, MBG diberikan sesuai hari mereka masuk. Kalau sekolah lima hari, ya lima hari diberikan. Jika enam hari, maka enam hari,” ujar Dadan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar sekolah di Indonesia saat ini menerapkan sistem lima hari belajar, sehingga distribusi MBG umumnya mengikuti pola tersebut.

Dadan juga menegaskan, penyaluran MBG akan otomatis dihentikan ketika kegiatan belajar mengajar libur.

“Jika libur, maka MBG tidak disalurkan,” tegasnya.

Menurut dia, pada 2026 BGN akan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar manfaatnya semakin optimal bagi penerima.

Program MBG sendiri disalurkan dalam bentuk makanan segar siap santap yang didistribusikan langsung ke lokasi penerima manfaat berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Untuk kelompok selain siswa, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi dilakukan melalui posyandu maupun langsung ke rumah. Sementara itu, santri dan peserta didik di lembaga pendidikan keagamaan menerima MBG di tempat mereka belajar atau menetap.

Di sisi lain, wacana efisiensi anggaran melalui pengurangan hari operasional MBG turut mencuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut potensi penghematan anggaran cukup signifikan jika program dijalankan lima hari dalam sepekan.

“Biasanya enam hari, sekarang diusulkan lima hari. Dari situ ada efisiensi yang cukup besar, bisa mencapai Rp40 triliun per tahun,” ungkap Purbaya.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan anggaran di tengah tekanan ekonomi global.

Meski demikian, BGN menegaskan fokus utama tetap pada kualitas layanan dan ketepatan penyaluran, agar program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

ANTARA