BORNEONEWS, Jakarta – Parlemen Spanyol melalui Majelis Rendah (Kongres Deputi) resmi menyetujui paket kebijakan anti-krisis senilai 5 miliar euro atau sekitar Rp98,1 triliun guna meredam dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
Kebijakan tersebut difokuskan untuk melindungi daya beli masyarakat serta menjaga keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan global akibat perang, khususnya yang melibatkan Iran.
Dalam pernyataan resminya, parlemen menyebut paket tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mengurangi dampak langsung konflik terhadap ekonomi domestik.
“Kongres menyetujui langkah-langkah pemerintah untuk memitigasi dampak perang terhadap keluarga dan sektor usaha di Spanyol,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Paket kebijakan yang dituangkan dalam bentuk dekret kerajaan ini mencakup sejumlah insentif, termasuk pemangkasan pajak energi seperti bahan bakar, gas, dan listrik.
Pajak pertambahan nilai (PPN) untuk energi diturunkan signifikan dari 21 persen menjadi 10 persen. Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan pajak tambahan di sektor produksi dan distribusi energi.
Menteri Ekonomi Spanyol, Carlos Cuerpo, menegaskan langkah tersebut merupakan respons cepat pemerintah dalam menghadapi dampak ekonomi global yang kian terasa.
“Ini adalah respons segera terhadap konsekuensi ekonomi dari perang,” ujarnya saat mempresentasikan kebijakan di parlemen.
Ia menambahkan, kebijakan ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 20 juta rumah tangga di Spanyol, terutama dalam bentuk penurunan tagihan listrik.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mengumumkan rencana paket berisi sekitar 80 langkah strategis untuk menopang perekonomian nasional di tengah gejolak global.
Krisis ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Situasi tersebut berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute vital distribusi minyak dan gas dunia, yang turut memicu tekanan harga energi global.
Melalui paket kebijakan ini, pemerintah Spanyol berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan biaya energi akibat konflik internasional.
ANTARA









