BORNEONEWS, Jakarta – Pelatih St. Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, menilai dua gol awal Indonesia menjadi titik balik kekalahan timnya 0-4 pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam, 27 Maret 2026.
Marcelo menyebut timnya sebenarnya tampil cukup baik di awal laga, terutama pada 15–20 menit pertama, saat organisasi permainan berjalan sesuai rencana.
“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika bisa mencetak gol lebih dulu, mungkin jalannya pertandingan akan berbeda,” kata Marcelo dalam konferensi pers pasca-laga.
Namun, dua gol awal Indonesia lahir dari kesalahan serupa di lini belakang, yang membuat struktur pertahanan St. Kitts & Nevis menjadi rapuh. Beckham Putra membuka keran gol pada menit ke-15 dan menggandakan keunggulan pada menit ke-25. Gol ketiga dicetak oleh Ole Romeny (menit 52), dan Mauro Zijlstra menutup pesta gol tuan rumah pada menit ke-74.
Asisten pelatih Vitor Tinoco menambahkan, keterbatasan pemain inti, khususnya di sektor pertahanan, turut mempengaruhi performa tim. “Kami tidak bisa membawa beberapa pemain utama, terutama bek tengah asli. Kami bermain dengan tiga bek yang bukan posisi asli, jadi wajar ada kesalahan,” jelas Vitor, yang juga menjadi bagian staf pelatih Persik Kediri.
Meski kalah telak, Marcelo menegaskan kondisi mental para pemain tetap terjaga. “Para pemain tetap menjaga kepala tegak. Tidak adil menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” ujar Marcelo.
Pelatih asal Brasil itu menekankan, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi tim jelang laga berikutnya melawan Kepulauan Solomon pada Senin (30/3).
ANTARA









