PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 44 ribu liter kepada warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan selama empat hari terakhir.

Bantuan ini diberikan sebagai respons atas kekeringan yang melanda wilayah tersebut, akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

Kondisi tersebut menyebabkan embung yang selama ini menjadi sumber air utama warga mengalami kekeringan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sejak laporan pertama diterima dari kepala desa setempat pada Rabu lalu.

“Ini sudah hari keempat sejak kami menerima informasi. Pada hari ketiga penanganan, jumlah suplai air bersih mencapai 9 tangki atau sekitar 36.000 liter, dan hari ini kami distribusikan lagi 2 tangki dengan total 8.000 liter. Jadi total selama empat hari mencapai 44.000 liter,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Berdasarkan data sementara, ratusan warga terdampak krisis air bersih tersebut. Warga yang terdampak tersebar di beberapa rukun tetangga (RT) di Desa Natai Baru.

Rinciannya, RT 01 sebanyak 32 kepala keluarga (KK) atau 128 jiwa, RT 03 sebanyak 23 KK atau 78 jiwa, RT 04 sebanyak 15 KK atau 50 jiwa, serta RT 06 sebanyak 29 KK atau 117 jiwa.

Kemudian, di RT 07 terdapat 28 KK atau 104 jiwa, RT 10 sebanyak 25 KK atau 115 jiwa, dan RT 11 sebanyak 25 KK atau 120 jiwa. Total warga terdampak mencapai ratusan jiwa dengan kebutuhan air yang cukup tinggi setiap harinya.

“Kebutuhan air bersih warga di lokasi diperkirakan mencapai sekitar 16.000 liter per hari,” jelasnya. Dalam proses distribusi, BPBD Kobar berkoordinasi dengan perangkat desa dan ketua RT setempat. Air bersih yang dibawa menggunakan mobil tangki kemudian disalurkan ke tandon-tandon yang telah disiapkan oleh warga.

Selanjutnya warga mengambil air dari tandon tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan mandi.

Meski bantuan telah disalurkan secara bertahap, Andan mengakui bahwa kebutuhan air bersih warga masih belum sepenuhnya terpenuhi. Hal ini mengingat tingginya kebutuhan harian serta keterbatasan distribusi yang dapat dilakukan.

Pihak desa berharap agar penyaluran bantuan air bersih dapat terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan, sehingga seluruh wilayah terdampak dapat terlayani dengan optimal.

BPBD Kobar memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan, serta berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan, guna meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. (DANANG/R)