JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memprediksi Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi pelabuhan kedatangan terpadat saat arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Untuk arus balik, kami memprediksi Surabaya menjadi pelabuhan kedatangan terpadat dan Makassar menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat,” kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda, Sabtu 28 Maret 2026.

Surabaya menjadi pelabuhan terpadat per tanggal 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang kapal mencapai 46.222 penumpang, diiikuti pelabuhan Makassar dengan 40.231 penumpang.

Kemudian, Pelabuhan Belawan dengan 28.147 penumpang, Pelabuhan Bau-Bau dengan 25.881 penumpang dan Pelabuhan Ambon dengan 24.056 penumpang.

Sementara itu untuk pelabuhan keberangkatan terpadat hingga 28 Maret adalah Pelabuhan Makassar dengan 39.359 orang diikuti Pelabuhan Batam (31.249 orang), Pelabuhan Balikpapan (30.892 orang) dan Pelabuhan Ambon (30.892 orang).

Pihaknya juga memprediksi ruas terpadat diprediksi terjadi di rute barat yaitu Batam menuju Belawan ataupun sebaliknya, diikuti oleh rute Balikpapan – Surabaya.

Ia merinci rute Batam menuju Belawan dengan  26.115 penumpang diikuti rute Belawan menuju Batam dengan jumlah penumpang 17.962 penumpang.

Kemudian Balikpapan menuju Surabaya dengan jumlah penumpang 12.265 orang, selanjutnya rute Makassar - Surabaya (10.290 orang) dan Bau-Bau menuju Makassar dengan total penumpang 9.638 orang.

Ia menegaskan bahwa PELNI tetap memperhatikan keselamatan pelayaran dalam angkutan arus mudik dan arus balik pada Lebaran tahun ini.

“Kami selalu berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dalam memperhatikan kapasitas maksimal di atas kapal,” kata dia.

Sebelumnya PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diskon transportasi berupa potongan harga 30 persen dari harga tiket normal saat arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang masih tersedia sekitar 7,5 persen dari total kuota yang disediakan pemerintah.

“Kami mencatat penyerapan program Stimulus Ekonomi Diskon Transportasi kapal penumpang PELNI telah mencapai 92,5 persen dari total anggaran Rp42,3 miliar,” katanya.

Ia mengatakan dibuka sejak 11 Februari 2026, program ini masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan hingga 5 April 2026.
Menurut dia, hingga 28 Maret 2026, realisasi penumpang diskon telah mencapai 431.705 orang atau sekitar 96,9 persen dari proyeksi penerima diskon sebanyak 445.534 orang pada periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.

Pada periode arus balik keberangkatan 23 hingga 28 Maret 2026, jumlah penumpang diskon telah mencapai 114.345 orang dan untuk keberangkatan tertinggi arus balik penumpang diskon terjadi pada 28 Maret 2026 sebanyak 22.524 orang.

“Puncak arus balik secara keseluruhan diprediksi terjadi pada 2 April 2026 dengan proyeksi 27.009 penumpang,” kata dia.

PT Pelni sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP dan  kapal perintis yang menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede dan untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan delapan trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.

ANTARA