BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah dengan menjadi staf khusus (stafsus).
Program ini dirancang sebagai upaya melibatkan generasi muda dalam proses perencanaan hingga pengawasan program pemerintah, termasuk melalui bidang penelitian dan pengembangan (litbang) yang berada di bawah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
“Nanti mahasiswa akan kita libatkan, baik dalam pengawasan maupun program seperti Kartu Huma Betang Sejahtera dan lainnya,” ujar Agustiar di Palangka Raya, Senin, 30 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, mulai dari presiden mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga organisasi kemahasiswaan lainnya.
Ia menjelaskan, kuota mahasiswa yang akan dilibatkan sebagai stafsus diperkirakan berkisar antara 17 hingga 25 orang. Para mahasiswa tidak hanya diajak mengidentifikasi persoalan di lapangan, tetapi juga turut mencari solusi bersama pemerintah.
Dengan keterlibatan langsung, mahasiswa diharapkan dapat memahami mekanisme pemerintahan, termasuk aspek regulasi dan kewenangan dalam pengambilan kebijakan.
Menurut Agustiar, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan intelektual dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berdialog, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan cukup berat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“APBD 2026 turun hampir 50 persen, dari sekitar Rp10,3 triliun menjadi Rp5,4 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, serta tepat sasaran.
ANTARA









