JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Wilayah Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, terkait perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Melalui pernyataannya di media sosial X, Macron menyebut dialog tersebut membahas situasi keamanan, termasuk serangan yang terjadi di wilayah Kurdistan Irak.

“Saya telah berbicara dengan Nechirvan Barzani, Presiden Wilayah Otonom Kurdistan Irak,” tulis Macron.

Dalam pembicaraan itu, keduanya juga menyoroti pentingnya upaya bersama untuk mencegah Irak terseret lebih jauh ke dalam eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan.

Macron menegaskan perlunya langkah-langkah konkret guna menjaga stabilitas regional di tengah memanasnya situasi geopolitik.

Sebelumnya, pada awal Maret, Barzani telah menyatakan bahwa Kurdistan Irak memilih untuk tidak berpihak dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta target militer Amerika Serikat sebagai respons atas operasi militer gabungan yang dilakukan sebelumnya.

Konflik tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak konflik ke negara-negara lain di kawasan.

ANTARA