BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya resmi meluncurkan gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah sebagai bagian dari program Palangka Raya Keren.
Gerakan ini bertujuan mengurangi timbunan sampah dari akar rumput dengan mengubah kebiasaan sehari-hari masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari.
"Sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu diatasi secara bersama. Melalui gerakan gaya hidup sadar sampah, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif mulai dari rumah masing-masing," ujar Plt Kepala DLH Palangka Raya Berlianto, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, perubahan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan kota.
Gerakan ini mengajak masyarakat melakukan lima tindakan utama terkait pengelolaan sampah. Pertama, Cegah Sampah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas sendiri, dan menggunakan wadah minum yang dapat digunakan berulang.
Kedua, Belanja Tanpa Kemasan dengan membawa wadah sendiri saat berbelanja agar tidak perlu menggunakan bahan plastik sekali pakai. Ketiga, Pilah Sampah dari Rumah dengan memisahkan jenis sampah organik, plastik, kertas, dan residu.
Masyarakat juga dapat membawa sampah yang layak jual ke bank sampah untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi.
Keempat, Habiskan Makanan dengan mengambil porsi secukupnya dan makan hingga habis untuk mengurangi sisa makanan yang menjadi sampah.
Kelima, Komposkan Sisa Makanan dengan mengubah sisa makanan dapur menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah.
Berlianto menambahkan bahwa gerakan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Palangka Raya
"Manfaatnya sangat luas, mulai dari menjaga lingkungan bersih dan sehat, mengurangi pencemaran, menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga hemat sumber daya alam dan biaya pengolahan sampah," jelasnya.
DLH juga akan mendukung pelaksanaan gerakan ini dengan berbagai kegiatan pendampingan seperti penyuluhan di kelurahan dan pembinaan bank sampah.
Saat ini, DLH Kota Palangka Raya telah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk kelompok masyarakat, sekolah, dan pelaku usaha untuk mensosialisasikan gerakan ini secara masif.
"Target utama adalah menjadikan gaya hidup sadar sampah sebagai kebiasaan umum yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga Palangka Raya, sehingga kota dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengelola sampah dengan baik," pungkasnya. (PATHUR/j)









