BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian orangutan di Kalimantan Tengah kembali mendapat perhatian dunia internasional. Delegasi Parlemen dari Inggris dan Amerika Serikat dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pulau Salat, Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau pada Senin, 30 Maret 2026.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan pemindahan dua individu orangutan ke Pulau Salat sebagai bagian dari program konservasi dan rehabilitasi satwa endemik Kalimantan.
Chief Sustainability Officer, Henky Satrio Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya perlindungan orangutan beserta habitatnya.
Menurut Henky, kehadiran delegasi Parlemen Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan komitmen global terhadap isu keanekaragaman hayati.
“Ini bukan hanya kunjungan seremonial, tetapi bentuk nyata dukungan internasional dalam upaya konservasi yang berkelanjutan,” ujar Henky.
Ia menambahkan, Pulau Salat selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi strategis untuk rehabilitasi orangutan sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya. Dengan adanya perhatian dari dunia internasional, diharapkan program konservasi dapat semakin diperkuat.
"Melalui kegiatan ini, kami juga mendorong keterlibatan media untuk menyebarluaskan pesan edukatif kepada masyarakat luas. Publikasi yang masif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









