PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi cuaca di Kota Palangka Raya belakangan ini cenderung ekstrem, dengan pergantian hujan deras dan panas terik yang cukup drastis. Kondisi ini diperkirakan meningkatkan risiko masyarakat terkena penyakit infeksi seperti flu dan batuk, karena perubahan suhu dan kelembapan udara yang tidak stabil dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Riduan menyampaikan perhatian terkait dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, fluktuasi suhu yang terjadi dalam waktu singkat menjadi faktor utama peningkatan kasus penyakit pernapasan. 

"Perubahan cuaca yang ekstrem membuat tubuh kesulitan beradaptasi, sehingga daya tahan tubuh menurun dan memudahkan virus serta bakteri menyerang," jelas Riduan, Senin, 30 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Kota Palangka Raya memberikan sejumlah tips menjaga kesehatan di cuaca ekstrem. Pertama, menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer jika tidak ada akses air bersih.

Kedua, konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti buah-buahan dan sayuran hijau.

Selain itu, ada beberapa langkah penting lainnya yang perlu dilakukan. Ketiga, tetap menjaga kelembapan udara di dalam ruangan dengan menggunakan pelembab udara atau cara tradisional seperti menaruh ember berisi air, terutama saat cuaca panas yang menyebabkan udara kering.

Keempat, menggunakan alas pelindung saat beraktivitas di luar rumah, seperti payung atau jas hujan ketika hujan, serta topi dan baju yang melindungi tubuh dari paparan sinar matahari langsung saat cuaca panas.

Riduan juga menambahkan tips tambahan untuk menjaga kesehatan pernapasan. Kelima, menghindari paparan zat iritan seperti asap rokok, debu, dan polusi udara yang dapat memperparah gejala penyakit pernapasan.

Keenam, segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala flu atau batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari tiga hari, atau disertai dengan demam tinggi, sesak napas, dan nyeri dada.

"Saya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi terkini tentang kondisi cuaca dan kesehatan dari sumber resmi yang terpercaya," pungkasnya. (PATHUR/j)