PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengingat kondisi cuaca di Kota Palangka Raya yang masih ekstrem dengan pergantian hujan deras dan angin kencang, Potensi Pelaksana (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko pohon tumbang.

Menurut Hendrikus, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama peningkatan risiko pohon tumbang.

"Di kondisi cuaca Palangka Raya yang masih ekstrem tentunya potensi pohon tumbang bisa terjadi kapan saja, terutama pada pohon yang sudah tua, memiliki akar yang lemah, atau tumbuh di lokasi yang tidak stabil seperti pinggir jalan, tepi sungai, atau dekat pemukiman masyarakat," ucapnya, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, langkah preventif yang paling efektif adalah melakukan pemangkasan pohon secara berkala sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

Pemangkasan tidak hanya bertujuan untuk memotong cabang yang sudah rapuh atau terlalu panjang, namun juga untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan pohon agar tidak mudah tumbang ketika terjadi angin kencang atau hujan deras.

Untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan potensi pohon tumbang, BPBD Palangka Raya telah membuka saluran komunikasi khusus melalui Nomor Kontak Pusat Tanggap Darurat (TRC) BPBD Palangka Raya. 

Masyarakat dapat menghubungi nomor 0822-5400-6245 atau 0822-5588-2532 kapan saja untuk melaporkan lokasi pohon yang dianggap berpotensi membahayakan.

"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap potensi bahaya yang ditemukan. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengatasi dampaknya setelah kejadian terjadi," pungkasnya. (PATHUR/j)