BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mencatat telah menangani sebanyak 7 kasus kebakaran selama bulan Maret ini.
Kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan di kota, dengan penyebab utama berkaitan dengan kelalaian dalam penggunaan listrik atau akibat adanya korsleting listrik.
Plt Kepala Disdamkarmat Palangka Raya Urianinu Napulangit Lundjen menyampaikan meskipun jumlah kasus belum mencapai angka yang mengkhawatirkan, namun setiap kejadian kebakaran dapat menyebabkan kerugian materi dan bahkan membahayakan keselamatan jiwa masyarakat.
"Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca yang ekstrem dengan pergantian hujan dan panas juga dapat memengaruhi risiko terjadinya kebakaran," jelasnya, Senin, 30 Maret 2026.
Dari total 7 kasus yang ditangani, sebagian besar terjadi di pemukiman penduduk dengan skala kecil hingga menengah.
Urianinu mengimbau masyarakat untuk melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak terjadi potensi kebakaran di masa mendatang.
Pertama, memeriksa secara berkala instalasi listrik di rumah dan pastikan tidak ada kabel yang aus, sobek, atau terjepit. Jika diperlukan, ajak teknisi profesional untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar aman digunakan.
Kedua, selalu menjaga keamanan dalam penggunaan alat memasak seperti kompor gas atau tungku kayu. Matikan sumber api dan tutup katup gas dengan benar setelah digunakan, serta pastikan area sekitar kompor bersih dari bahan yang mudah terbakar seperti kain lap atau sampah kering. Hindari juga penggunaan lilin atau korek api di area yang tidak aman dan selalu awasi saat masih menyala.
Ketiga, lakukan pembakaran sampah hanya di tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah dan dalam pengawasan yang ketat, atau lebih baik daur ulang sampah yang dapat digunakan kembali.
Selain itu, siapkan alat pemadam kebakaran ringan seperti APAR di rumah atau tempat usaha, serta kenali rute evakuasi yang aman jika terjadi kejadian darurat.
"Pencegahan adalah langkah terbaik yang dapat kita lakukan bersama untuk menjaga keamanan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar," pungkas Urianinu. (PATHUR/j)









