BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tumpahan solar di Jalan Trans Kalimantan, baik di kawasan Basarang Kapuas maupun Anjir perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan, dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius. Kejadian ini dinilai cukup memprihatinkan karena berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Sudah seringkali banyak dilaporkan adanya ceceran solar di Jalan Trans Kalimantan, bahkan kerap menimbulkan korban,” ujar Bandi, warga Kapuas, Senin, 30 Maret 2026. Ia menekankan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait.
Tumpahan solar dilaporkan terjadi berulang kali, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang diambil. Warga menilai pengawasan terhadap kendaraan bermuatan bahan bakar masih minim sehingga kejadian terus berulang.
Area yang sering mengalami ceceran solar merupakan jalur cepat lintas provinsi dan kabupaten. Kondisi ini menimbulkan risiko tinggi bagi pengendara, terutama saat malam hari ketika visibilitas berkurang dan licin di jalan.
Selain membahayakan pengguna jalan, tumpahan solar juga menimbulkan risiko kebakaran jika bersentuhan dengan sumber api atau percikan kendaraan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.
“Peringatan bagi para sopir truk, untuk memperhatikan lagi kondisi kendaraannya, jangan sampai membahayakan orang lain,” tambah Bandi. Ia berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti agar insiden serupa tidak terus terjadi.
Warga juga meminta adanya patroli rutin dan penempatan rambu peringatan di titik rawan. Dengan langkah preventif ini, diharapkan keselamatan pengguna jalan Trans Kalimantan dapat lebih terjaga. (SABRIANOOR/j)









