SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah akan mulai terjadi pada periode akhir Mei hingga akhir Juni 2026. Perkiraan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam mempersiapkan berbagai aktivitas ke depan.

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, menyampaikan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah. Peralihan musim berlangsung bertahap, tergantung kondisi atmosfer di masing-masing daerah.

“Awal musim kemarau untuk wilayah Kalimantan Tengah diprediksi dimulai pada Mei dasarian III hingga Juni dasarian III, atau sekitar akhir Mei hingga akhir Juni 2026,” ungkapnya, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, periode dasarian merupakan pembagian waktu dalam satu bulan menjadi tiga bagian, sehingga memudahkan pemantauan perubahan cuaca dan musim secara lebih rinci.

Dengan adanya peralihan menuju musim kemarau, masyarakat diimbau mulai mengantisipasi perubahan cuaca, seperti berkurangnya intensitas hujan dan meningkatnya suhu udara pada siang hari.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan diharapkan dapat menyesuaikan pola tanam agar tidak terdampak perubahan musim. Kesiapsiagaan juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat musim kemarau.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi perubahan musim di tahun 2026 ini. (SABRIANOOR/y)