BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kuala Kapuas, ibu kota Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kini telah memasuki usia sekitar 220 tahun pada 2026. Penentuan usia ini merujuk pada sejarah awal berdirinya permukiman yang menjadi cikal bakal kota tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kapuas, hari jadi Kuala Kapuas ditetapkan pada 21 Maret 1806. Penetapan ini menjadi dasar perhitungan usia kota hingga saat ini.
“Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kapuas, awal mula berdirinya Kuala Kapuas berkaitan dengan keberadaan Betang Sungai Pasah sebagai permukiman awal masyarakat,” demikian keterangan dalam rilis sejarah daerah tersebut.
Betang Sungai Pasah atau Sei Pasah disebut sebagai pusat aktivitas masyarakat pada masa itu. Dari kawasan inilah kemudian berkembang kehidupan sosial, ekonomi, hingga menjadi embrio terbentuknya wilayah Kuala Kapuas saat ini.
Penetapan tahun 1806 sebagai hari jadi tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah bersama tim penyusun sejarah telah melakukan kajian mendalam, termasuk melalui penyempurnaan buku sejarah Kapuas pada tahun 1981.
Selain itu, berbagai sumber pendukung seperti arsip sejarah, catatan lokal, hingga tradisi lisan masyarakat turut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tonggak awal berdirinya kota.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memahami perbedaan antara usia kota dengan usia pemerintahan kabupaten. Kabupaten Kapuas sendiri secara administratif baru terbentuk pada tahun 1951.
Dengan demikian, usia Kuala Kapuas yang mencapai sekitar 220 tahun merupakan hasil penelusuran sejarah panjang sejak berdirinya permukiman awal, yang kini terus berkembang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di wilayah Kapuas. (SABRIANOOR/y)









