SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 253 pelajar tingkat SMA/sederajat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Dari ratusan peserta tersebut, hanya 75 orang yang akan terpilih sebagai anggota terbaik.

"Hari ini kita melaksanakan tahapan seleksi calon Paskibraka yang diharapkan mampu menjadi pengibar bendera merah putih terbaik saat bertugas nanti," kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kotim, Wim Reinardt Kalawa Benung saat membuka seleksi di Gedung Serba Guna, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menegaskan, proses seleksi tidaklah mudah karena membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta komitmen tinggi dari para peserta. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh.

Para calon Paskibraka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan baris-berbaris, tetapi juga diharapkan menjadi teladan dan mampu memberi dampak positif di lingkungan masing-masing.

"Selamat kepada seluruh peserta yang telah lolos tahap awal. Semoga dapat mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi bahkan nasional," tambahnya.

Ia juga mengingatkan panitia, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), agar melaksanakan seleksi secara objektif, transparan, dan selektif demi menghasilkan perwakilan terbaik dari Kotim.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat Setiadi, menjelaskan bahwa peserta seleksi terdiri dari 152 pelajar putra dan 101 pelajar putri yang berasal dari 34 sekolah di 13 kecamatan.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, baik SMA, SMK, maupun MA, termasuk dari sekolah berbasis pesantren hingga wilayah perkebunan.

"Antusiasme cukup tinggi tahun ini. Meski ada beberapa kecamatan yang belum mengirimkan peserta, kami tetap optimis bisa menjaring kandidat terbaik," ujar Eddy.

Ia menambahkan, program Paskibraka merupakan bagian dari kaderisasi generasi muda yang berkarakter Pancasila. Selain tugas utama mengibarkan bendera pada peringatan hari besar nasional, para anggota juga dibekali pelatihan kepemimpinan, disiplin, dan wawasan kebangsaan.

"Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, tanggung jawab, serta membentuk karakter generasi muda yang siap menjadi pemimpin di masa depan," ucapnya.

Salah satu peserta, Alia Restiana, mengaku termotivasi mengikuti seleksi untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat jiwa nasionalisme.

"Saya ingin mengasah kemampuan, melatih mental, dan membanggakan orang tua serta sekolah," ujarnya.

Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara matang, mulai dari latihan fisik, baris-berbaris, hingga memperdalam pengetahuan kebangsaan.

"Harapannya bisa lolos dan menjadi bagian dari Paskibraka tahun ini," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)