BORNEONEWS, Buntok - Sedikitnya ratusan tenaga kontrak honorer di lingkungan Setda Barito Selatan (Barsel) terancam dirumahkan. Hal tersebut  berdasarkan surat ucapan terima kasih dan batas kontrak kerja dari Sekda Barsel, Edi Kristianto yang diterima setiap tenaga honorer di lingkungan tersebut.

Ilham salah satu dari tenaga kontrak honorer Setda Barsel mengatakan, sudah tidak aktif lagi untuk bekerja dan mengabdi di lingkungan Setda Barsel, terhitung 31 Desember 2016.

"Yang jelasnya, untuk sementara ini, nasib kami masih terkatung-katung untuk menunggu. Apakah nantinya akan dipanggil untuk bekerja kembali atau tidak," beber Ilham, di Buntok, Selasa (27/12/2016).

Hal senada juga paparkan Maimunah yang mengaku sebagai salah satu stap pegawai honorer di Setda Barsel. "Terus terang saya sangat merasa terpukul setelah menerima surat dari Sekda itu. Padahal saya sudah hampir sepuluh tahun menjadi tenaga honorer di kantor pemda ini."

Ia mengatakan, kemungkinan bisa di panggil kembali untuk tetap bekerja di Sekretariat Daerah itu, kecuali anggaran untuk tenaga honores masih ada di APBD Barsel 2017. "Itu kalau di anggar di APBD 2017. Tapi kalau tidak, kami terpaksa harus berusaha untuk mencari pekerjaan lain," ucapnya lesu.

Sekda Barsel, Edi Kristianto mengakui adanya keputusan tersebut. Tujuannya untuk mengevaluasi kinerja tenaga honores di lingkungannya. "Kita tidak ada maksud untuk menelantarkan para pekerja kontrak. Namun semua yang kita lakukan ini tidak lain, untuk memperbaiki pola kerja para tenaga pegawai honor."

Sekda juga menerangka, untuk anggaran dana bagi para pekerja kontarak di lingkungan nya, sudah di sepekati DPRD Barsel dan termuat pada APBD Barsel 2017. "Untuk pemanggilan kembali para tenaga honorer itu nantinya, semuanya melalui proses seleksi. Masalahnya yang kita butuhkan adalah mereka yang benar-benar bisa kerja dengan baik." (H. LAILY MANSYUR/N).