BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Desember 2016 Polres Palangka Raya mencatat 22 peristiwa kecelakaan lalu lintas, delapan orang pengendara dinyatakan tewas di tempat. Kondisi itu menunjukkan terjadi peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Selama Desember 2016, ada 22 kecelakaan. Delapan orang meninggal di lokasi kejadian. Jadi, ini khusus yang meninggal di tempat ya," ucap Kasat Lantas Polres Palangka Raya, AKP Christian Maruli Tua Siregar mewakili Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli kepada wartawan, Selasa (27/12/2016) sore.

Angka kejadian tersebut meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Namun data rinci masih dalam proses rekapan. Selanjutnya, dari jumlah itu pula, baru ada satu yang dipastikan bakal naik ke meja hijau lantaran penabraknya ditetapkan tersangka. Sedangkan sisanya masih dalam pemeriksaan. Sebagian di antaranya juga akan mengarah pada keluarnya surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Sementara itu, dari catatan Borneonews, jika digabung dengan korban yang meninggal dunia baik dalam perjalanan maupun setelah menjalani perawatan di rumah sakit, maka totalnya ada 12 orang yang meninggal dunia.

Pertama, terjadi di Jembatan Kahayan, Jumat (2/12/2016) pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut menewaskan sepasang suami istri Ahmad Anwar dan Andi Rafdaboneyanti. Ahmad tewas di lokasi kejadian dengan posisi di jembatan, sedangkan istrinya dalam perjalanan ke rumah sakit meskipun ia terpental dan jatuh ke bawah jembatan dengan ketinggian sekitar 5 meter.‬

‪Dalam kejadian ini, polisi menetapkan sopir mobil Box D 8188 PT yang dikemudi, Didik Purnomo, sebagai tersangka. Sebab, pada saat Didik Purnomo meluncur dari arah Palangka Raya - Bukit Rawi mendadak ngerem hingga membanting stir ke kanan. Akibatnya memakan jalur lawan. Korban yang kala itu bersama istri berkendara Mio KH 5080 TR dari arah berlawanan, lantas kaget. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tak terhindarkan.‬

‪Kedua, terjadi di Jalan Tingang Induk, Senin (5/12/2016) pukul 06.30 WIB. Insiden itu melibatkan motor V-xion KH 6205 JG yang dikemudi siswa SMA, berinisial RW (17 tahun) warga Jalan Tingang XVII dan motor Revo KH 3825 TB, dikemudi Banjar Samudin (59) warga Jalan Banteng Induk.‬

‪RW meninggal dunia di rumah sakit malam harinya setelah sempat mendapatkan perawatan tim medis. Dalam insiden ini, bermula ketika RW meluncur di Jalan Tingang dari arah Jalan Merdeka menuju Jalan Bukit Kaminting. Sesampainya di Jalan Tingang dekat simpang Jalan Tingang - Bukit Kaminting, dari arah depan (searah) tiba-tiba pengendara Revo itu berputar arah tanpa memperhatikan pengendara yang ada di belakangnya. Akibatnya tabrakan terjadi.‬

‪Ketiga, terjadi di Jalan Mahir Mahar atau sekitar 1,5 kilo meter dari pertigaan Jalan Tjilik Riwut Km 10, Selasa (6/12/2016) sekitar pukul 05.45 WIB. Insiden tersebut menewaskan anggota Yonif 631 Antang, Prada M Julfadli. Yakni usai bertabrakan dengan mobil Avanza warna putih KH 1289 T, yang dikemudi Noto Harianto (33) warga Jalan Parenggean, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.‬

‪Menurut keterangan Noto, peristiwa bermula ketika dia meluncur di Jalan Mahir Mahar dari arah Sampit menuju Banjarmasin dengan maksud hendak mengantar keluarganya berbelanja. Sedangkan korban dari arah sebaliknya.‬

‪Mendekati lokasi kejadian, dia melihat Julfadli mendahului pengendara yang ada di depannya. Pada saat itu pula juga terdapat ranting pohon yang rubuh dan mengenai bahu jalan. Pengendara yang disalipnya itu juga menghindari pohon tersebut. Sehingga, Zulfadli terlalu mengambil jalur lawan dan tabrakan terjadi.‬

‪Keempat, menewaskan seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK), Yuniae Lurie (17). Warga Jalan Mendawai 1 Palangka Raya itu tewas seketika setelah mengalami kecelakaan di simpang empat, Jalan Wortel, Jumat (9/12/2016). Lawannya adalah sebuah mobil Avanza KH 1036 AV.‬

‪Kelima, Sabtu (10/12/2016) pukul 18.15 WIB. Korban bernama Alfonsius Dabul Jaya (21), warga Jalan Manjuhan. Bermula ketika korban berkendara dari arah Kasongan menuju Palangka Raya. Pada saat itu, cuaca sedang hujan sedangkan korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi.‬

‪Sesampai di TKP, jalan licin ditambah adanya genangan air membuat motor Revo KH 6885 TQ yang dikemudi korban, mendadak slip atau lepas kendali. Akibatnya, korban terjungkal ke badan jalan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.‬

‪Keenam, terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 16, Minggu (11/12/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Kali ini antara motor versus mobil. Korbannya Olmes Satemu, warga Jalan Tjilik Riwut Km 8. Pria 36 tahun itu tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah hingga mengakibatkan otak terbuai. Diduga, pecahnya kepala korban itu akibat terlindas mobil.‬

‪Informasi yang dihimpun Borneonews, bermula ketika korban meluncur dari arah Kasongan - Palangka Raya dengan menggunakan motor Spacy KH 4025 AM. Di tengah kondisi hujan dan jalan licin, korban jatuh. Kemudian posisinya berada di jalan lawan.‬

‪Tak berselang lama, sebuah mobil Innova KH 1943 AD, dikemudi Angga meluncur dari arah berlawanan. Karena jarak sudah begitu dekat ditambah kecepatan berkisar 80/km per jam, Angga tidak mampu lagi menghentikan laju mobilnya. Akibatnya, kepala korban terlindas dan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.‬

Ketujuh, terjadi di Jalan RT A Milono Km 1, Palangka Raya, Kamis (22/12/2016) sekitar pukul 01.00 WIB.‬ Seorang ladies karaoke bernama Helda (23) tewas seketika pascamenabrak trotoar di jalan tersebut.

Kedelapan, terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 14, Sabtu (24/12/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian ini membuat ibu rumah tangga, Ratih, tewas dilokasi kejadian. Dia meninggal dunia setelah tubuhnya tersambar mobil Xenia B 1872 WOB.‬

Bermula ketika Ratih bersama suaminya, Sudrianto dan anak mereka berinisial RP (5) berkendara motor Supra KH 2529 AN dari arah Tangkiling - Palangka Raya.‬

‪Pada saat itu, hujan mengguyur kota cantik. Mendekati lokasi kejadian, tiba-tiba motor yang dikemudi Sudrianto mendadak lepas kendali. Dalam hal ini, mereka mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan licin.‬

‪Akibatnya, semua tersungkur dari motor termasuk pula anak mereka turut terpental. Pada saat Ratih bangun, dia langsung menuju anaknya. Namun tidak lama setelah sempat menggendong, Ratih tersambar mobil yang dikemudi JH (30) warga Jalan Lele.‬

‪Sehingga mereka kembali terpental. Kali ini, Ratih tewas di lokasi kejadian. Namun anak dan suaminya selamat meskipun bergegas dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.‬

Kesembilan, terjadi di Jalan Temanggung Tilung XIII, Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan pengendara motor Jupiter MX KH 6029 AM, Jul (13) tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 2 jam 30 menit kemudian. Kecelakaan ini terjadi lantaran Jul menabrak mobil Avanza KH 1991 AN milik Kayan yang terparkir di pinggir jalan depan rumahnya.‬

Terakhir, terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 8, Palangka Raya, Senin (26/12/2016) sekitar pukul 4.30 WIB. Dua orang pengendara satu motor tewas di tempat setelah menabrak pohon di pinggir jalan. Mereka adalah Uhut (23) dan Otong (30) warga Sepang, Kabupaten Gunung Mas. (BUDI YULIANTO/N).