PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, memimpin supervisi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 dengan menekankan pentingnya langkah pencegahan.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya itu menjadi forum penyusunan strategi terpadu menghadapi potensi karhutla di Kalimantan Tengah.

Arbert menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antarinstansi, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat.

“Penanganan karhutla tidak cukup saat kejadian, tetapi harus mengedepankan pencegahan sebagai prioritas utama,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menyebut, pendekatan pencegahan dinilai lebih efektif dalam menekan dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga sektor ekonomi.

Salah satu langkah yang diperkuat adalah sistem deteksi dini untuk mengidentifikasi potensi titik api sejak awal. Selain itu, pemantauan rutin juga akan difokuskan pada wilayah rawan karhutla di Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat turut menjadi perhatian. Penyuluhan akan digencarkan untuk meningkatkan kesadaran terkait penyebab dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pemko Palangka Raya juga akan memperkuat kapasitas personel serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung penanganan karhutla.

Melalui supervisi ini, diharapkan terbangun kesepahaman lintas sektor serta rencana aksi yang terukur dalam mengantisipasi karhutla.

Dengan langkah terencana dan kolaborasi yang solid, potensi karhutla di tahun 2026 diharapkan dapat ditekan, sehingga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. (PATHUR/J)