SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur, Nur Widiantoro menyampaikan bahwa kemudahan komunikasi digital mengurangi kebiasaan masyarakat untuk berkunjung secara fisik ke keluarga dan kerabat.

“Sekarang banyak orang lebih mengandalkan telepon genggam dan media sosial untuk berkomunikasi. Akibatnya, pertemuan secara langsung semakin berkurang terutama saat Lebaran seperti kemarin," ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Nur menjelaskan kebiasaan masyarakat masa lalu sangat berbeda. Pada bulan Syawal, masyarakat biasa membawa makanan dan secara langsung menyambangi rumah keluarga dan saudara untuk bersilaturahmi.

“Dulu ketika lebaran, masyarakat benar-benar datang berkunjung ke rumah keluarga atau saudara sambil membawa makanan dan bersilaturahmi secara langsung,” katanya.

Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai membawa tantangan bagi tradisi silaturahmi secara langsung di kalangan masyarakat, khususnya saat momentum Idulfitri lalu. 

Ia menambahkan bahwa meskipun panggilan video memudahkan komunikasi jarak jauh, berjumpa secara fisik tetap tak tergantikan. 

“Komunikasi melalui video call memang bisa dilakukan, tetapi tetap berbeda dengan bertemu langsung, berjabat tangan, dan saling bermaaf-maafan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya silaturahmi yang tidak hanya sebagai budaya, tetapi juga merupakan perintah agama dalam Islam. 

“Silaturahmi itu perintah agama. Bahkan dalam hadis disebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan menambah rezeki. Sehingga di Lebaran selanjutnya bisa dilakukan silahturahmi langsung," ucapnya.

Meski begitu Nur tidak mengajak untuk menolak teknologi, melainkan memanfaatkannya secara bijak. “Teknologi itu tergantung penggunanya. Gunakan sesuai kebutuhan dan jangan sampai membuat kita menutup diri dari lingkungan serta melupakan pentingnya silaturahmi,” pungkasnya. (DEVIANA/R)