BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kabupaten Kapuas banyak tidak menyadari adanya gempa akibat skalanya yang kecil, namun fenomena tersebut tetap berpotensi berulang seiring aktivitas geologi di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa dengan magnitudo 3,3 terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 17.04.51 WIB.
Lokasi gempa berada pada koordinat 2,56 LS dan 114,03 BT, atau sekitar 90 kilometer selatan Kapuas, Kalimantan Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.
Jika dilihat dari titik koordinat, gempa tersebut berada di wilayah Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Namun hingga saat ini, belum ada laporan warga yang merasakan getaran dari gempa tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid saat dikonfirmasii pada Selasa, 31 Maret 2026 menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa kecil sehingga tidak dirasakan masyarakat.
“Gempa ini berdasarkan skalanya memang tidak dirasakan sehingga tidak dipublikasikan secara luas, dan hanya terekam di database kami melalui alat seismograf di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar lokal yang berada di kawasan tersebut. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat mengidentifikasi penamaan patahan sesar yang menjadi sumber gempa.
Menurutnya, kawasan terdekat yang telah teridentifikasi adalah Sesar Meratus yang berada di bagian barat, serta adanya Cekungan Barito di wilayah sekitar lokasi gempa.
Pada area pinggiran cekungan, sering terdapat bagian batuan yang lemah sehingga berpotensi menimbulkan pergeseran.
Rasmid menambahkan, gempa bumi pada dasarnya merupakan proses pelepasan energi yang terkumpul dalam waktu lama.
“Gempa akan berulang, hanya saja waktunya bisa bertahun-tahun bahkan puluhan tahun sampai energi yang tersimpan tidak mampu lagi ditahan oleh batuan,” jelasnya. (SABRIANOOR/R)









