MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh — Arus penumpang angkutan Lebaran 2026 di Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bandara HMS Muara Teweh, Muhammad Amrillah, menyebut total penumpang periode 13–30 Maret 2026 tercatat sebanyak 1.998 orang atau turun 13,2 persen dibanding 2025 yang mencapai 2.302 penumpang.

Rinciannya, penumpang datang sebanyak 893 orang dan berangkat 1.105 orang. Kedua angka tersebut juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

“Penurunan ini diperkirakan karena adanya peralihan moda transportasi yang digunakan masyarakat saat mudik dan arus balik,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Meski jumlah penumpang menurun, frekuensi penerbangan justru meningkat. Pada Lebaran tahun ini tercatat 40 penerbangan atau naik dibanding tahun sebelumnya sebanyak 27 penerbangan.

Bandara HMS Muara Teweh melayani sejumlah rute, di antaranya Muara Teweh–Palangka Raya menggunakan penerbangan perintis Susi Air dengan pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 penumpang yang beroperasi satu kali dalam sepekan.

Selain itu, rute komersial juga dilayani Wings Air untuk tujuan Palangka Raya dengan jadwal tiga kali sepekan serta rute Muara Teweh–Banjarmasin yang dilayani setiap hari menggunakan pesawat ATR 72-600.

Adapun rute menuju Balikpapan umumnya dilayani melalui penerbangan carteran perusahaan tambang.

Amrillah menambahkan, penumpang rute Banjarmasin didominasi penumpang lanjutan dari Jakarta dan Surabaya yang transit melalui Bandara Syamsudin Noor.

Selama periode angkutan Lebaran, pihak bandara juga mengoperasikan posko terpadu dengan dukungan aparat kepolisian guna memastikan kelancaran pelayanan.

“Kami bersyukur arus mudik dan balik tahun ini berjalan aman dan lancar berkat kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.