MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh — Pemerintah Kabupaten Barito Utara mematangkan 11 program unggulan dan 12 program prioritas dalam evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis, mengatakan pematangan program dilakukan agar perencanaan pembangunan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Kami ingin seluruh program memiliki indikator capaian yang jelas, terukur, dan mampu mendorong kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Evaluasi dilakukan usai jajaran Pemkab Barito Utara mengikuti rapat di Kantor Bapperida Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi dokumen perencanaan daerah kabupaten/kota oleh pemerintah provinsi.

Menurut Muhlis, forum ini juga menjadi momentum menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi agar tercipta sinergi yang kuat.

Ia menambahkan, masukan dari tim evaluasi menjadi bahan penting untuk menyempurnakan dokumen RPJMD agar lebih implementatif.

Adapun 11 program unggulan yang disiapkan antara lain pendidikan gratis hingga 16 tahun melalui beasiswa, peningkatan layanan kesehatan termasuk BPJS gratis, penguatan keterampilan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur pedesaan, hingga bantuan sosial seperti uang duka dan bantuan melahirkan.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan insentif bagi aparat desa, tenaga pendidik, tokoh adat, serta penguatan peran lembaga adat dalam pembangunan.

Sementara 12 program prioritas mencakup pembangunan infrastruktur strategis, seperti Jembatan Sikan, Lemo, dan Lahei beserta akses jalannya, peningkatan jalan dalam Kota Muara Teweh, hingga pengembangan kawasan waterfront city.

Program lainnya meliputi pembangunan sport center di ibu kota kecamatan, sistem penyediaan air minum, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, penataan eks Bandara Beringin, serta normalisasi Sungai Bengaris.

Dengan pematangan ini, Pemkab Barito Utara menargetkan arah pembangunan lima tahun ke depan lebih terukur, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan pembangunan secara berkelanjutan.