BORNEONEWS, Palangka Raya - Stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah pada Triwulan I Tahun 2026 dinilai tetap terjaga. Hal ini tidak terlepas dari peran strategis Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK dalam menjaga keseimbangan sistem keuangan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa upaya menjaga stabilitas tersebut juga dibarengi dengan langkah pemulihan kepercayaan publik terhadap sektor keuangan. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian penting di tengah dinamika ekonomi global.
“Peran KSSK sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di daerah. Selain itu, kita juga terus berupaya memulihkan kepercayaan publik, yang memang cukup kental kasusnya terjadi di pasar modal,” ujar Danu dalam kegiatan Media Update dan Halal Bi Halal pada Selasa sore, 31 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa meskipun isu kepercayaan publik banyak mencuat di sektor pasar modal, OJK tetap memberikan perhatian menyeluruh terhadap seluruh sektor jasa keuangan.
"Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas yang merata di berbagai lini industri keuangan," katanya.
OJK juga terus memperkuat pengawasan secara terintegrasi guna meminimalisasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sektor keuangan.
Penguatan ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta peningkatan sistem pengawasan yang adaptif.
Danu menambahkan, sinergi antar lembaga dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan sektor jasa keuangan tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)









