BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah sepinya perdagangan di sejumlah pasar global pasca libur Natal, harga minyak sawit justru mengalami kenaikan. Apa pemicunya?

Pendorong kenaikan harga minyak sawit Malaysia pada perdagangan Selasa (27/12) adalah sentimen positif dari apiknya kinerja di pasar komoditas China dan Amerika Serikat, terutama pergerakan positif harga minyak nabati pesaing minyak sawit.

Untuk pergerakan harga minyak sawit pada perdagangan Rabu ini (28/12), ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi harga komoditas tersebut, seperti dilansir investing.com

Faktor pertama tentunya kenaikan harga minyak sawit Malaysia sebesar 2,2 persen pada akhir perdagangan Selasa. Kondisi ini akan mempengaruhi keputusan pelaku pasar untuk melakukan transaksi hari ini. Seperti disebutkan di atas, kenaikan harga minyak sawit itu ditopang oleh kenaikan harga minyak nabati jenis lain di Dalian Commodity Exchange, China, dan Chicago Board of Trade, AS. Selain juga karena dipengaruhi oleh data yang menyebutkan turunnya ekspor minyak sawit.

Untuk futures gandum dan jagung di AS, menurut analis, juga menanjak ke level tertinggi sepekan pada Selasa, sementara futures kedelai menguat karena ditopang aksi beli setelah pekan lalu melemah. Hal ini juga dapat mempengaruhi perdagangan minyak sawit hari ini.

Faktor berikutnya adalah kenaikan harga minyak mentah sebesar 1,5 persen, yang didukung ekspektasi adanya komitmen dari sejumlah produsen besar minyak dunia baik anggota OPEC atau non-OPEC untuk memangkas produksi mulai Januari 2017. (NEDELYA RAMADHANI/m)