PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung mengimbau pedagang ikan sungai agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam proses pengawetan, khususnya pada produk olahan seperti wadi yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Ia menegaskan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pengolahan makanan dapat berdampak serius terhadap kesehatan konsumen. Oleh karena itu, para pedagang diminta tetap mengedepankan cara tradisional yang aman dan telah terbukti secara turun-temurun.

“Kami mengingatkan para pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam pengawetan ikan, termasuk dalam pembuatan wadi. Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.

Menurut Nenie, wadi sebagai salah satu makanan khas berbahan ikan memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi. Namun, kualitas dan keamanannya harus tetap dijaga agar tidak merugikan masyarakat.

Ia juga mendorong dinas terkait untuk rutin melakukan pengawasan di lapangan, terutama di pasar-pasar tradisional.

Pengawasan ini penting untuk memastikan tidak ada praktik penggunaan bahan berbahaya dalam produk pangan yang dijual.

“Pengawasan perlu diperketat agar masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi produk olahan ikan yang beredar di pasaran,” tambahnya.

Nenie mengajak para pedagang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas produk. Dengan menggunakan bahan alami dan proses yang higienis, kepercayaan konsumen terhadap produk lokal akan semakin meningkat.

Ia berharap dengan adanya imbauan ini, para pedagang dapat lebih bertanggung jawab dalam mengolah dan menjual produk pangan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga serta citra kuliner lokal tetap baik di mata publik. (MARINI/R)