BORNEONEWS, Palangka Raya – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TBC), HIV, sifilis, dan Hepatitis B, bekerja sama dengan Puskesmas Tangkiling.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga binaan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan skrining dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga kesehatan, mulai dari pendataan, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel untuk pemeriksaan lanjutan.
Para warga binaan pun tampak mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias.
Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai upaya pemantauan kesehatan secara menyeluruh.
“Melalui skrining ini, kita dapat melakukan deteksi dini sehingga apabila ditemukan kasus, dapat segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Ia juga mengapresiasi sinergi Puskesmas Tangkiling yang terjalin dalam kegiatan tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan derajat kesehatan, termasuk di lingkungan lapas.
“Deteksi dini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, sehingga risiko penularan di lingkungan lapas dapat ditekan,” ungkapnya.
Dengan adanya skrining ini, diharapkan penyebaran penyakit menular dapat diminimalisir serta tercipta lingkungan lapas yang sehat dan kondusif, sejalan dengan komitmen pembinaan warga binaan yang lebih optimal. (MARINI/Y)









