BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Selat Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, resmi dihentikan sementara mulai 1 April 2026. Penghentian ini dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selat Hulu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan serta menjaga standar kebersihan dan higienitas dalam proses pengolahan makanan.
Kepala SPPG Selat Hulu, Dina Febrianti, menyampaikan bahwa penghentian sementara ini berkaitan dengan kegiatan renovasi dapur dan penambahan fasilitas penunjang.
“Masih belum ditentukan kapan beroperasi kembali, karena ini masih tahap perbaikan. Tapi semoga saja bisa secepatnya dapur kami berjalan supaya bisa kembali mendistribusikan makanan ke anak-anak,” ungkapnya kepada Borneonews, Kamis, 2 April 2026.
Dalam surat pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada kepala sekolah penerima manfaat, disebutkan bahwa selama masa perbaikan tidak akan ada kegiatan distribusi maupun penyajian makanan dari program MBG. Waktu berakhirnya masa penghentian ini masih belum dapat dipastikan, menyesuaikan dengan progres renovasi yang sedang berjalan.
Dina menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Ia menyebutkan bahwa peningkatan fasilitas dapur menjadi hal yang sangat penting agar proses produksi makanan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai standar higienitas.
Saat ini, SPPG Selat Hulu membawahi sebanyak 23 sekolah dan 4 posyandu yang menjadi sasaran program MBG. “Ada 23 sekolah dan 4 posyandu,” tambah Dina singkat saat dikonfirmasi.
Pihak SPPG juga mengharapkan dukungan dan kerja sama dari pihak sekolah, guru, serta masyarakat selama masa penghentian sementara ini. Mereka menilai bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting demi keberlangsungan program yang lebih baik ke depannya.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan program MBG di Selat Hulu dapat kembali berjalan dalam waktu dekat dengan standar yang lebih tinggi. SPPG optimistis setelah renovasi selesai, distribusi makanan akan kembali normal dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak serta masyarakat sekitar. (SABRIANOOR/H)









