KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Duka mendalam menyelimuti Nini Jariah (78), warga RT 24 Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, setelah rumah yang telah ia huni 46 tahun ludes terbakar.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.08 WIB, dan hanya menyisakan puing-puing dan kenangan yang tak tergantikan.

Perempuan lanjut usia itu tampak terpaku menatap sisa-sisa rumahnya. Air matanya seakan telah habis, menyisakan raut wajah kosong dan bibir yang bergetar. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh kini hanya tinggal kenangan.

Bagi Nini Jariah, rumah tersebut bukan sekadar bangunan. Di sanalah ia membesarkan 12 anaknya, dengan enam di antaranya lahir di rumah tersebut, dan tiga lainnya meninggal dunia di tempat yang sama. Rumah itu menjadi saksi perjalanan hidupnya selama lebih dari empat dekade.

"Bukan hanya habis rumahnya, tapi juga dengan kenangannya," ucap Jimmy, ASN setempat.

Kesedihan yang mendalam membuatnya sulit berkata-kata. Ia hanya bisa menatap puing rumah yang menghitam, seolah mengingat kembali setiap momen yang pernah terjadi di tempat itu. Kehilangan tersebut bukan hanya materi, tetapi juga kehilangan ikatan emosional yang kuat.

Keesokan harinya, Bupati Kapuas, M. Wiyatno turun langsung ke lokasi kebakaran untuk memberikan dukungan kepada korban. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kapuas itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Dalam momen haru tersebut, Nini Jariah secara spontan memeluk Bupati. Pelukan itu seakan menjadi luapan kesedihan yang selama ini ia pendam. Bupati pun tampak terharu dan membalas pelukan tersebut dengan penuh empati.

Selain memberikan dukungan moral, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan stimulan bagi korban kebakaran. Bantuan tersebut berupa dana untuk perbaikan rumah, baik kategori rusak berat maupun ringan, serta paket kebutuhan dasar guna meringankan beban para korban.

Pemerintah berharap bantuan yang diberikan dapat membantu para korban bangkit dari musibah ini. Meski kehilangan tidak dapat tergantikan, diharapkan kehadiran pemerintah dan dukungan masyarakat dapat memberikan kekuatan baru bagi Nini Jariah dan warga lainnya untuk melanjutkan kehidupan. (SABRIANOOR/H)