BORNEONEWS, Tamiang Layang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sanggu memprakirakan kondisi cuaca di seluruh wilayah Kabupaten Barito Timur cenderung seragam di hampir semua kecamatan, dengan dominasi awan dan potensi hujan pada siang hingga sore hari pada peringatan Jumat Agung, 3 April 2026.
Prakiraan yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 4 April 2026 pukul 04.00 WIB itu mencakup seluruh kecamatan, yakni Awang, Benua Lima, Dusun Tengah, Dusun Timur, Karusen Janang, Paju Epat, Paku, Patangkep Tutui, Pematang Karau, hingga Raren Batuah. Berdasarkan data BMKG, tidak terdapat perbedaan signifikan pola cuaca antarwilayah.
Pada pagi hari, cuaca di seluruh kecamatan diperkirakan berawan. Memasuki siang hari, kondisi berawan tebal masih mendominasi sebelum berpotensi turun hujan ringan hingga sedang pada sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, cuaca kembali berawan pada malam hingga dini hari.
Suhu udara di seluruh wilayah Barito Timur diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 4 kilometer per jam. Tingkat kelembapan udara juga relatif tinggi dan merata di semua kecamatan, yakni berkisar antara 67 hingga 100 persen.
Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu, Eko Bambang Minarto, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi merata di seluruh wilayah.
“Secara umum kondisi cuaca di Barito Timur besok cenderung sama di semua kecamatan, dengan potensi hujan pada siang hingga sore hari,” ujarnya.
Eko menambahkan, masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat menyertai hujan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir,” tambahnya.
Dengan kondisi cuaca yang relatif seragam ini, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas, terutama bagi yang akan melaksanakan ibadah Jumat Agung di luar ruangan. Persiapan seperti membawa payung atau jas hujan menjadi langkah antisipatif guna menjaga kelancaran kegiatan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









