BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel di Kalimantan Tengah pada Februari 2026 mengalami penurunan, baik pada hotel berbintang maupun non bintang. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan TPK hotel berbintang tercatat sebesar 38,95 persen.
"Angka ini turun 4,63 persen poin dibandingkan Januari 2026, dan turun 7,84 persen poin dibanding Februari tahun lalu," jelas Agnes pada Kamis, 2 April 2026.
Penurunan serupa juga terjadi pada hotel non bintang dan akomodasi lainnya. TPK pada kategori ini tercatat sebesar 20,68 persen, turun 1,79 persen poin secara bulanan dan turun 0,56 persen poin secara tahunan.
Dari sisi jumlah tamu, hotel berbintang mencatat sebanyak 34.713 orang menginap pada Februari 2026. Jumlah ini turun 26,48 persen dibanding bulan sebelumnya, dengan mayoritas atau 98,96 persen merupakan tamu domestik.
Sementara itu, hotel non bintang dan akomodasi lainnya mencatat 88.344 tamu menginap. Meski turun 22,56 persen dibanding Januari 2026, angka ini justru meningkat signifikan hingga 70 persen dibanding Februari 2025.
“Untuk pilihan akomodasi, hotel bintang empat dan lima masih menjadi favorit, sedangkan pada hotel non bintang, kamar dengan kapasitas 10–24 menjadi pilihan utama,” papar Agnes.
Di tengah penurunan tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu justru mengalami peningkatan. RLMT hotel berbintang mencapai 1,61 malam atau naik 0,26 poin, sedangkan hotel non bintang juga naik tipis sebesar 0,03 poin dibanding bulan sebelumnya. (TESTI PRISCILLA/H)









