BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga Februari 2026 masih didominasi oleh kredit konsumtif. Kondisi ini mencerminkan pola penggunaan kredit masyarakat yang lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan konsumsi dibandingkan sektor produktif.
Pengawas Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Raden Anggy Priansyah, mengungkapkan bahwa kredit konsumtif tercatat sebesar Rp21,54 triliun atau 39,51 persen dari total kredit yang disalurkan.
“Komposisi ini menunjukkan kredit konsumtif masih menjadi porsi terbesar dalam penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Tengah,” kata Anggy pada Kamis, 2 April 2026.
Selain kredit konsumtif, kredit modal kerja menempati posisi kedua dengan nilai Rp17,06 triliun atau 35,49 persen dari total kredit. Sementara itu, kredit investasi berada di urutan ketiga sebesar Rp13,33 triliun atau 25 persen dari total kredit.
"Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih didominasi oleh sektor rumah tangga. Nilainya mencapai Rp21,21 triliun atau 38,89 persen dari total kredit, sejalan dengan tingginya porsi kredit konsumtif," katanya lagi.
Di posisi berikutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penyaluran kredit sebesar Rp16,66 triliun atau 30,56 persen. Sektor ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah yang turut menyerap pembiayaan cukup besar dari perbankan.
"Sementara itu, sektor industri pengolahan memperoleh kredit sebesar Rp1,04 triliun atau 1,91 persen," tuturnya.
Disusul aktivitas jasa lainnya sebesar Rp0,96 triliun atau 1,76 persen, serta sektor konstruksi sebesar Rp0,86 triliun atau 1,58 persen dari total kredit.
Anggy menegaskan, komposisi penyaluran kredit ini menjadi perhatian bagi OJK untuk terus mendorong peningkatan kredit produktif, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









