KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam rangka memperingati Pekan Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Tim Layanan Kesehatan Anak terus menggencarkan edukasi penanganan tuberkulosis (TB) pada anak kepada masyarakat.

Kegiatan edukasi kesehatan dilaksanakan di ruang tunggu Poliklinik Anak Rawat Jalan RSUD Kapuas dengan menghadirkan dr. Agung Hari Wibowo bersama tim PKRS dan tenaga kesehatan poliklinik anak.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Tuberkulosis Anak 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui UKK Respirologi bekerja sama dengan Pediatrician Social Responsibility (PSR) dengan tema “Yes! We Can End TB”.

Dalam penyuluhan itu dijelaskan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya melalui droplet saat penderita TB paru batuk atau bersin. Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia.

"Anak-anak termasuk kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi TB karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, terutama bagi anak yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan penderita TB," ucap dr Agung Hari Wibowo

Ia menjelaskan, gejala TB pada anak sering tidak khas, seperti batuk lama, demam berkepanjangan, berat badan tidak naik, lemas, serta berkeringat pada malam hari. Jika kondisi tersebut berlangsung lebih dari dua minggu dan terdapat riwayat kontak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, pentingnya terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) juga ditekankan sebagai langkah mencegah anak yang sudah terinfeksi agar tidak berkembang menjadi TB aktif. TPT dinilai aman, efektif, dan tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai program nasional.

Melalui momentum Pekan Tuberkulosis Sedunia, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap pencegahan TB pada anak dengan melakukan skrining dini, memastikan kepatuhan pengobatan, serta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala atau kontak erat dengan penderita TB. (SABRIANOOR/H)