JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Garuda Fight Championship (GFC) kembali menghadirkan ajang pertarungan bergengsi melalui GFC Series 2, yang akan digelar pada 27 Juni di Bali United Studio.

Dipromotori oleh One Hundred Percent Production (OHP) yang sudah bergerak di industri entertainment lebih dari 17 tahun, ajang pertarungan ini menyajikan main event antara Aziz Calim (Red Corner), peraih medali emas SEA Games 2023, melawan Kkajhe (Blue Corner) dalam laga Pro Boxing 5 ronde.

“Kenapa kita masih lanjut? Ya, karena combat sport ini harus tetap ada wadahnya. Dan kami, GFC, hadir di sini bukan untuk menjadi pesaing, tapi untuk mewarnai dan mewadahi para atlet yang akan berkompetisi,” kata Helmi Darajat Arifin selaku Promotor dan juga CEO GFC dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis.

Saat mengungkapkan apa yang menjadi pembeda dari GFC Series sebelumnya, ia mengatakan di edisi kedua ini menghadirkan kombinasi antara petarung profesional dan influencer.

“Makanya, kita hadirkan GFC 2 yang agak berbeda dari GFC pertama. Mungkin kalau di GFC pertama lebih banyak amatir, di GFC kedua sekitar 50 persen akan diisi influencer boxing, dan juga fighter profesional yang akan hadir di GFC 2,” jelas dia.

Di edisi kedua ini, tema besar yang diangkat adalah “Clan KK vs Everyone”, dengan GFC Series 2 ini menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan ini adalah benturan identitas, gaya bertarung, dan karakter di dalam ring.

Clan KK dikenal sebagai kelompok petarung dengan karakter agresif, eksplosif, dan penuh percaya diri. Nama-nama seperti KKajhe, Kkungke, hingga KKcal telah menjadi representasi gaya bertarung berani yang mengandalkan tekanan dan intensitas tinggi sejak ronde pertama.

Di sisi lain, “Everyone” hadir sebagai simbol petarung dengan pendekatan lebih terukur mengandalkan teknik, strategi, dan ketenangan dalam membaca permainan.

Adapun pertarungan Aziz dengan KKajhe menjadi representasi sempurna dari tema besar tersebut. Aziz dikenal sebagai petarung dengan gaya agresif dan eksplosif, didukung pengalaman di kickboxing dan MMA, serta prestasi internasional, salah satunya medali emas SEA Games 2023 di Kamboja pada nomor kick light 63 kg putra.

Dengan rekor profesional yang solid dan mental bertanding yang kuat, Aziz membawa kombinasi teknik cepat, pressure tinggi, dan finishing yang mematikan.

Sementara itu, KKajhe tampil sebagai simbol kekuatan Clan KK, petarung dengan stamina tinggi, semangat juang besar, dan gaya bertarung yang penuh tekanan. Berasal dari Papua, KKajhe dikenal dengan striking khas Muay Thai yang keras serta mentalitas fighter yang tidak mudah goyah di bawah tekanan.

Selain itu, Co-Main Event akan mempertemukan Kkungke vs Adhi, serta total 14 pertarungan yang terdiri dari kategori atlet profesional hingga influencer fight, menjadikan GFC Series 2 sebagai kombinasi sport & entertainment yang kuat.

Line-Up pertarungan unggulan GFC Series 2 adalah Main Event: Aziz vs KKajhe (Pro Boxing – Super Featherweight), Co-Main Event: Kkungke vs Adhi (Super Lightweight – Pro Boxing), Ruben vs Sunan (Pro Boxing – 8 Ronde), Dwi vs Vicky (Indostricking), serta deretan influencer fight yang siap menarik perhatian generasi digital.

Dengan kombinasi atlet profesional dan influencer, GFC Series 2 menghadirkan pengalaman baru dalam dunia combat sports di Indonesia.

Laurend Hutagalung selaku Promotor & Co-CEO GFC mengatakan, “GFC Series 2 ini menghadirkan line-up yang kami rancang untuk jadi game changer. Kami menggabungkan kualitas fight terbaik dengan nama-nama yang punya engagement kuat, untuk menciptakan event yang bukan hanya besar di ring, tapi juga besar di audience."

Lebih lanjut, melanjutkan kesuksesan GFC 1 yang juga dipromotori oleh OHP, Jimmy Saputro selaku Promotor & CEO OHP Production menambahkan, “Hadirnya GFC ini semoga dapat menjadi salah satu wadah baru combat sports event di Indonesia, kami melihat potensi yang begitu besar di dunia sports event ini di tanah air, yang memiliki antusiasme yang sangat tinggi."

ANTARA