BORNEONEWS, Jakarta - Sebanyak tujuh atlet lead dan boulder tim panjat tebing Indonesia berlaga dalam World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China pada 7-12 April, yang merupakan ajang untuk Kualifikasi Asian Games (AG) 2026 Aichi-Nagoya, Jepang,
Asisten pelatih lead dan boulder tim panjat tebing Indonesia Sholikhin membeberkan tujuh atlet yang berangkat terdiri atas lima putra dan dua putri dengan kombinasi atlet senior dan junior, serta merupakan hasil pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
"Mereka adalah Musauwir, Mahesa Caesar, Muhammad Ramzi Firmansyah, Muhammad Rizky Syahrafli, dan Raviandi Ramadhan di sektor putra, serta Nur Diatul Jannah dan Alma Ariella Tsany di sektor putri," kata dia saat diwawancarai ANTARA di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis sore.
Lebih lanjut dia membeberkan, komposisi atlet senior dan junior tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman bertanding, sekaligus menguji kesiapan atlet menghadapi persaingan tingkat Asia yang semakin kompetitif.
Sholikhin menambahkan, Raviandi Ramadhan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang turun di dua nomor, yakni lead dan boulder, sehingga diharapkan mampu menambah peluang tim dalam meraih hasil optimal.
"Untuk target kami berusaha semaksimal mungkin, karena memang ya namanya turnamen, kami cuma bisa berusaha semaksimal mungkin, berusaha sebaik mungkin dan tentunya dengan usaha yang terbaik," ujar dia.
Pelatih itu mengungkapkan, seluruh atlet dijadwalkan berangkat pada Minggu (5/4) malam melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Kejuaraan Asia di Meisan, tambah dia, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengamankan tiket menuju Asian Games 2026.
Selain menjadi ajang kualifikasi, kompetisi ini juga dimanfaatkan sebagai tolok ukur perkembangan performa atlet dalam menghadapi kejuaraan internasional, menjelang Asian Games 2026 pada September.
Selain itu, turnamen di China menjadi ajang pemanasan untuk menghadapi banyaknya seri kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC).
ANTARA









