PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Jalan Salib di Paroki Yesus Gembala Baik atau YGB Palangka Raya tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi mendalam bagi umat Katolik. Hal ini disampaikan Pastor Paroki YGB, RP Cornelius Fallo, SVD.

Ia menuturkan bahwa peristiwa sengsara dan wafat Yesus Kristus merupakan wujud kasih yang tak ternilai bagi manusia. Yesus, kata dia, menyerahkan diri sepenuhnya demi keselamatan umat manusia.

“Dia menumpahkan darah tanpa bersalah, dan itu dilakukan untuk menebus kita,” ungkapnya pada Jumat, 3 April 2026.

Pastor Cornelius menegaskan bahwa pengorbanan tersebut menunjukkan betapa berharganya manusia di mata Tuhan. Bahkan, dalam Kitab Suci disebutkan bahwa keselamatan manusia dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Ia mengutip ajaran dalam tulisan para rasul, termasuk Santo Paulus dan surat kepada orang Ibrani, yang menegaskan bahwa Yesus memberikan diri-Nya secara total untuk menebus manusia.

“Melalui salib, kita disadarkan bahwa kita ini berharga, terhormat, dan sangat dicintai,” katanya.

Melalui peringatan Jumat Agung, umat diharapkan semakin menyadari makna pengorbanan tersebut dan menjadikannya sebagai dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (TESTI PRISCILLA/H)