BORNEONEWS, Jakarta - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen kembali menyelenggarakan webinar Sapa GTK sebagai ruang berbagi praktik baik sekaligus penguatan kapasitas guru dalam mengimplementasikan pengajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menegaskan bahwa penetapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan langkah strategis untuk membekali murid dengan kemampuan dasar sejak dini.
“Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan upaya kita untuk membekali murid dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan guru agar dapat memberikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan. Dalam jangka panjang, guru perlu terus melakukan refleksi agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan murid,” ujar Nunuk di Jakarta, Kamis 2 April 2026.
Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi guru dalam implementasi program Pengembangan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
“Program PKGSD-MBI dirancang untuk memberikan penguatan kapasitas guru secara bertahap dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa guru tidak berjalan sendiri, tetapi didukung melalui pelatihan, pendampingan, dan ruang berbagi praktik baik,” kata Nunuk.
Sasaran program PKGSD-MBI mencakup 90.447 satuan pendidikan, dengan pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap.
Pada tahap awal, kata dia, satu sekolah diwakili oleh satu guru kelas dengan latar belakang non-Bahasa Inggris, khususnya di sekolah yang belum menerapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, baik pilihan maupun wajib.
Guru yang belum mengikuti pelatihan pada tahap ini, lanjutnya, akan diikutsertakan pada tahap berikutnya.
Nunuk menambahkan, guru yang telah menyelesaikan pelatihan diharapkan dapat melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat.
Sementara itu, guru yang belum mengikuti pelatihan tetap dapat belajar secara mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan kanal RGTK pada aplikasi Rumah Pendidikan.
ANTARA









