SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kenaikan harga plastik di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai 150 persen. Lonjakan harga yang cukup tinggi membuat daya beli menurun dan berimbas pada penurunan omzet pedagang.

"Naiknya bertahap, dan sekarang ada yang sampai 150 persen. Yang naiknya paling tinggi yang berbahan bening," kata Salah satu pedagang plastik di Sampit, Wahyu, Jumat, 3 April 2026.

Kenaikan harga bervariasi tergantung jenis plastik, mulai dari sekitar 25 persen hingga bahkan menembus 150 persen. Kondisi ini membuat banyak pelanggan mengurangi jumlah pembelian.

Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan harian yang mengalami penurunan cukup drastis.

Kenaikan harga plastik ini diduga dipicu terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta dan resin, yang berkaitan dengan kondisi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi rantai distribusi.

Wahyu memperkirakan harga plastik masih berpotensi naik apabila kondisi tersebut belum juga membaik. "Kalau konfliknya terus berlanjut, saya rasa harga plastik nantinya bisa semakin tinggi," tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Iyan, pedagang plastik di Pasar Keramat Sampit. Ia menyebut beberapa jenis plastik mengalami lonjakan harga cukup tajam.

Dia mencontohkan plastik kemasan es yang sebelumnya dijual Rp34 ribu per pak kini naik menjadi Rp55 ribu.

Sementara plastik cup minuman meningkat dari Rp320 ribu menjadi Rp465 ribu per dus. Bahkan, plastik kantong mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya.(DEWI PATMALASARI/R)