SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Keberangkatan kapal muatan barang dari Pelabuhan Pegatan, Kabupaten Katingan ke Dermaga Habaring Hurung, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur terpaksa ditunda akibat cuaca yang tidak bersahabat, khususnya angin kencang yang melanda wilayah perairan setempat.

Kondisi ini membuat proses pelayaran menjadi tidak aman untuk dilaksanakan. "Harusnya kemarin Kamis 2 April 2026 berangkat, tapi karena angin kencang tidak berani berangkat ke Sampit. Kami tunda hari ini," ujar Motoris Kapal Imbal Katingan Bambang,Jumat, 4 April 2026.

Kapal Imbal Katingan biasanya memuat beras  produksi petani di Kabupaten Katingan Kecamatan Katingan Kuala. Beras tersebut akan dipasarkan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Pihaknya akan berangkat menunggu cuaca normal atau teduh. Jika angin kencang maka gelombang di perairan Pegatan yang menghubungkan Teluk Sampit akan besar, sehingga berbahaya jika dipaksakan berangkat. 

“Kami harus memastikan kondisi cuaca aman sebelum berlayar. Saat ini angin sangat kencang dan ombak tinggi, sehingga keberangkatan kapal muatan barang harus ditunda demi keselamatan semua awak dan muatan,” ujarnya.

Bambang menambahkan bahwa penundaan ini memang berdampak pada jadwal pengiriman barang kepada agen dan distributor di Kabupaten Kotawaringin Timur, namun tidak dapat dihindari demi mengantisipasi risiko kecelakaan dan kerusakan muatan selama dalam perjalanan.

 “Walaupun jadwal berantakan, keselamatan lebih penting. Kami terus memantau situasi cuaca dan akan berangkat segera setelah kondisi membaik. Kalau hari ini cuaca baik, malam kami berangkat," imbuhnya.

Dengan langkah ini, diharapkan keselamatan pelayaran tetap terjaga tanpa mengabaikan kehandalan distribusi barang terutama beras di wilayah Kotawaringin Timur. (DEVIANA/R)