PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Capaian retribusi daerah di Kota Palangka Raya pada triwulan I tahun ini mendapat sorotan serius. Pasalnya, realisasi pendapatan dari sektor tersebut dinilai masih rendah dan belum menunjukkan progres signifikan.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sejumlah sektor retribusi bahkan belum menghasilkan pemasukan sama sekali.

Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya, Bennie Brian Tonni Embang, menilai rendahnya capaian ini menunjukkan bahwa kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih belum maksimal dalam menggenjot potensi retribusi yang ada.

Setiap OPD seharusnya memiliki strategi dan langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan dari sektor masing-masing, terutama yang memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal.

“Masih ada OPD yang belum maksimal dalam menggenjot retribusi. Ini harus menjadi perhatian serius agar target PAD tidak meleset,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.

Salah satu yang disorot adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palangka Raya yang hingga triwulan pertama tercatat belum memberikan kontribusi atau masih nihil dalam hal retribusi.

Bennie mendorong agar pemerintah kota segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD terkait, termasuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Ia berharap langkah perbaikan dapat segera dilakukan agar potensi pendapatan daerah bisa dimaksimalkan.

"Adanya optimalisasi retribusi daerah sangat penting sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan, sehingga diperlukan komitmen dan kerja serius dari seluruh perangkat daerah," pungkasnya. (MARINI/R)