BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyoroti potensi retribusi daerah dari sektor sewa baliho dan media reklame sejenis yang dinilai belum tergarap secara maksimal.
Ia menegaskan bahwa baliho yang terpasang di sejumlah titik strategis dalam wilayah kota seharusnya sudah memberikan kontribusi terhadap PAD. Namun hingga saat ini, realisasi penerimaan dari sektor tersebut dinilai masih belum optimal.
Menurut Noorkhalis, keberadaan baliho komersial yang menjamur di kawasan perkotaan semestinya menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan melalui skema sewa yang jelas dan terukur.
“Baliho itu berada di wilayah kota, harusnya ada sewa, tapi belum terealisasi secara maksimal,” tegasnya, Jumat 3 April 2026.
Ia menilai kondisi ini menunjukkan masih adanya kelemahan dalam pengawasan dan pendataan oleh OPD terkait, sehingga potensi retribusi belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
Untuk itu Noorkhalis mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya agar segera melakukan pendataan ulang terhadap seluruh titik pemasangan baliho, sekaligus memperketat sistem perizinan dan penarikan retribusi.
Dia juga meminta agar pengelolaan sektor reklame dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan tata kota yang lebih tertib dan teratur.
"Dengan optimalisasi sektor ini, diharapkan pemerintah daerah dapat menambah sumber pendapatan yang signifikan guna mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tutupnya. (MARINI/R)









